Minggu, 04 Desember 2011

Mengenal Suku Bangsa di Indonesia : Suku Jawa

Suku Jawa merupakan suku bangsa terbesar di Indonesia yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.  Setidaknya 41,7% penduduk Indonesia merupakan etnis Jawa.   Selain di ketiga propinsi tersebut, suku Jawa banyak bermukim di Lampung, Banten, Jakarta, dan Sumatera Utara. Di Jawa Barat mereka banyak ditemukan di Kabupaten Indramayu dan Cirebon.


Suku bangsa Jawa sebagian besar menggunakan bahasa Jawa dalam bertutur sehari-hari. Dalam sebuah survei yang diadakan majalah Tempo pada awal dasawarsa 1990-an, kurang lebih hanya 12% orang Jawa yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa mereka sehari-hari, sekitar 18% menggunakan bahasa Jawa dan Indonesia secara campur, dan selebihnya hanya menggunakan bahasa Jawa saja.
Bahasa Jawa memiliki aturan perbedaan kosa kata dan intonasi berdasarkan hubungan antara pembicara dan lawan bicara, yang dikenal dengan unggah-ungguh. Aspek kebahasaan ini memiliki pengaruh sosial yang kuat dalam budaya Jawa, dan membuat orang Jawa biasanya sangat sadar akan status sosialnya di masyarakat.
Orang Jawa sebagian besar secara nominal menganut agama Islam. Tetapi ada juga yang menganut agama Protestan dan Katolik. Mereka juga terdapat di daerah pedesaan. Penganut agama Buddha dan Hindu juga ditemukan pula di antara masyarakat Jawa. Ada pula agama kepercayaan suku Jawa yang disebut sebagai agama Kejawen. Kepercayaan ini terutama berdasarkan kepercayaan  animisme dengan pengaruh Hindu-Buddha yang kuat. Masyarakat Jawa terkenal akan sifat sinkretisme kepercayaannya. Semua budaya luar diserap dan ditafsirkan menurut nilai-nilai Jawa sehingga kepercayaan seseorang kadangkala menjadi kabur.
SEMAR

Mayoritas orang Jawa berprofesi sebagai petani, namun di perkotaan mereka mendominasi pegawai negeri sipil, BUMN, anggota DPR/DPRD, pejabat eksekutif, pejabat legislatif, pejabat kementerian dan militer. Orang Jawa adalah etnis paling banyak di dunia artis dan model. Orang Jawa juga banyak yang bekerja di luar negeri, sebagai buruh kasar dan pembantu rumah tangga. Orang Jawa mendominasi tenaga kerja Indonesia di luar negeri terutama di negara Malaysia, Singapura, Filipina, Jepang, Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, Taiwan, AS dan Eropa.
Orang Jawa terkenal dengan budaya seninya yang terutama dipengaruhi oleh agama Hindu-Buddha, yaitu pementasan wayang. Repertoar cerita wayang atau lakon sebagian besar berdasarkan wiracarita Ramayana dan Mahabharata. Selain pengaruh India, ada pula pengaruh Islam dan Dunia Barat.  Seni batik dan keris merupakan dua bentuk ekspresi masyarakat Jawa. Musik gamelan, yang juga dijumpai di Bali memegang peranan penting dalam kehidupan budaya dan tradisi Jawa.

Macam Suku Bangsa di Indonesia

Bangsa Indonesia terkenal sebagai bangsa yang majemuk atau heterogen. Bangsa kita mempunyai beraneka ragam suku bangsa, budaya, agama, dan adat istiadat (tradisi). Semua itu tercermin dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Misalnya dalam upacara adat, rumah adat, baju adat, nyanyian dan tarian daerah, alat musik, dan makanan khas.
Suku bangsa merupakan kumpulan kerabat (keluarga) luas. Mereka percaya bahwa mereka berasal dari keturunan yang sama. Mereka juga merasa sebagai satu golongan. Dalam kehidupan sehari-hari mereka mempunyai bahasa dan adat istiadat sendiri yang berasal dari nenek moyang mereka.
Dari mana asal nenek moyang bangsa Indonesia?
Pada  awalnya, penduduk Indonesia berasal dari daratan Cina Selatan, Provinsi Yunan sekarang. Suku bangsa Yunan datang ke Indonesia secara bergelombang. Ada dua gelombang terpenting:
  1. Gelombang pertama terjadi sekitar 3000 tahun yang lalu. Mereka yang pindah dalam periode ini kemudian dikenal sebagai rumpun bangsa Proto Melayu. Proto Melayu disebut juga Melayu Polynesia. Rumpun bangsa Proto Melayu tersebar dari Madagaskar hingga Pasifik Timur. Mereka bermukim di daerah pantai. Termasuk dalam bangsa Melayu Tua adalah suku bangsa Batak di Sumatera, Dayak di Kalimantan, dan Toraja di Sulawesi.
  2. Gelombang kedua terjadi sekitar 2000 tahun lalu, disebut Deutero Melayu. Mereka disebut penduduk Melayu Muda. Mereka mendesak Melayu Tua ke pedalaman Nusantara. Termasuk bangsa Melayu Muda adalah suku bangsa Jawa, Minang-kabau, Bali, Makassar, Bugis, dan Sunda.
Meskipun ada teori yang menyebutkan bahwa bangsa Indonesia mempunyai nenek moyang yang sama, kenyataannya ada beraneka ragam suku bangsa yang mendiami wilayah Indonesia.  Tidak diketahui secara pasti berapa jumlah suku bangsa di Indonesia. Diperkirakan ada sekitar 370 suku bangsa (ada yang menyebut 300 sampai 500 suku bangsa) yang tinggal di Indonesia. Perbedaan jumlah ini dikarenakan perbedaan para ahli dalam mengelompokkan suku bangsa. Sedangkan keragaman suku bangsa di Indonesia antara lain disebabkan oleh:
  1. perbedaan ras asal,
  2. perbedaan lingkungan geografis,
  3. perbedaan latar belakang sejarah,
  4. perkembangan daerah,
  5. perbedaan agama atau kepercayaan, dan
  6. kemampuan adaptasi atau menyesuaikan diri.

Dari faktor-faktor di atas, faktor lingkungan geografis dan kemampuan adaptasi atau menyesuaikan diri sangat berpengaruh. Faktor lingkungan geografis yang menyebabkan keanekaragaman suku bangsa antara lain sebagai berikut.
  1. Negara kita berbentuk kepulauan. Penduduk yang tinggal di satu pulau terpisah dengan penduduk yang tinggal di pulau lain. Penduduk tiap pulau mengembangkan kebiasaan dan adat sendiri. Dalam waktu yang cukup lama akan berkembang menjadi kebudayaan yang berbeda.
  2. Perbedaan bentuk muka bumi, seperti daerah pantai, dataran rendah, dan pegunungan. Penduduk beradaptasi dengan kondisi geografis alamnya. Adaptasi itu dapat terwujud dalam bentuk perubahan tingkah laku maupun perubahan ciri fisik. Penduduk yang tinggal di daerah pegunungan misalnya, akan berkomunikasi dengan suara yang keras supaya dapat didengar tetangganya. Penduduk yang tinggal di daerah pantai atau di daerah perairan akan mengembangkan keahlian menangkap ikan, dan sebagainya. Perubahan keadaan alam dan proses adaptasi inilah yang menyebabkan adanya keanekaragaman suku bangsa di Indonesia.
Nama-nama Suku Bangsa di Indonesia
Besar kecilnya suku bangsa yang ada di Indonesia tidak merata. Suku bangsa yang jumlah anggotanya cukup besar, antara lain suku bangsa Jawa, Sunda, Madura, Melayu, Bugis, Makassar, Minangkabau, Bali, dan Batak. Biasanya suatu suku bangsa tinggal di wilayah tertentu dalam suatu provinsi di negara kita. Namun tidak selalu demikian. Orang Jawa, orang Batak, orang Bugis, dan orang Minang misalnya, banyak yang merantau ke wilayah lain. Lebih rinci suku-suku bangsa dan penyebarannya di 33 provinsi Indonesia seperti pada tabel berikut:
No
Provinsi
Suku Bangsa
1
NAD (Nanggroe Aceh Darussalam)
Aceh, Gayo, Tamiang, Simeuleu, Singkil, Kluet, Alas, Aneuk Jamee
2.
Sumatera Utara
Batak, Nias, Asahan, Melayu, Dairi
3
Sumatera Barat
Mentawai, Minangkabau, Akit, Kuala, Kubu, Talang Mamak
4
Sumatera Selatan
Ameng Sewang, Musi Banyuasin, Musi Sekayu, Ogan, Enim, Kayu Agung, Kikim, Komering, Lahat, Lematang, Lintang, Kisam, Palembang, Padamaran, Pegagan, Rambang Senuling, Lom, Mapur, Meranjat, Musi, Ranau, Rawas, Saling, Sekak, Semendo
5
Riau
Melayu, Anak Dalam, Riau
6
Kepulauan Riau
Laut, Lingga, Sakai, Melayu
7
Jambi
Jambi, Kerinci, Melayu
8
Bengkulu
Bengkulu, Rejang, Enggano, Lebong
9
Bangka Belitung
Melayu, Mapur
10
Lampung
Lampung, Pasemah
11
Banten
Sunda, Badui
12
DKI Jakarta
Betawi
13
Jawa Barat
Sunda
14
Jawa Tengah
Jawa, Samin
15
Jawa Timur
Jawa, Madura, Tengger, Bawean, Osing
16
DI Yogjakarta
Jawa
17
Kalimantan Barat
Melayu, Dayak, Babak, Badat, Barai, Bangau, Bukat, Entungau, Galik, Gun, Iban, Jangkang, Kalis, Kantuk, Kayan, Kayanan, Kede, Kendayan, Keramai, Klemantan, Pontianak, Pos, Punti, Randuk, Ribun, Sambas, Cempedek, Dalam, Darat, Darok, Desa, Kopak, Koyon, Lara, Senunang, Sisang, Sintang, Suhaid, Sungkung, Limbai, Maloh, Mayau, Mentebak, Menyangka, Sanggau, Sani, Seberuang, Sekajang, Selayang, Selimpat, Dusun, Embaloh, Empayuh, Engkarong, Ensanang, Menyanya, Merau, Mualang, Muara, Muduh, Muluk, Ngabang, Ngalampan, Ngamukit, Nganayat, Panu, Pengkedang, Pompang, Senangkan, Suruh, Tabuas, Taman, Tingui
18
Kalimantan Tengah
Melayu, Dayak, Kapuas, Ot Danum, Ngaju, Lawangan, Dusun, Maanyan, dan Katingan
19
Kalimantan Selatan
Melayu, Banjar, Ngaju, Laut, Maamyan, Bukit, Dusun, Deyah, Balangan, Aba, Dayak
20
Kalimantan Timur
Melayu, Kutai, Auheng, Abai, Baka, Bakung, Basap, Benuaq, Berau, Bem, Pasir, Penihing, Saq, Berusu, Bulungan, Busang, Dayak, Huang Tering, Jalan, Kayan, Kenyah, Merap, Punan, Seputan, Tahol, Tidung, Tingalan, Timai, Tunjung, Kulit, Long Gelat, Long Paka, Modang, Oheng, Touk, Tukung
21
Sulawesi Utara
Minahasa, Bantik, Bintauna, Bolaang Itang, Bolaang Mongondaw, Bolaang Uki, Borgo, Kaidipang, Mongondow, Polahi, Ponosakan, Ratahan, Sangir, Talaurd, Tombulu, Tonsawang, Tonsea, Tonteboran,Toulour
22
Sulawesi Tengah
Tomini, Toli-Toli, Bada, Bajau, Balaesang, Balantak, Banggai, Bungku, Buol, Dampelas, Dondo, Kahumamahon, Kailli, Muna, Tomia, Wakotobi, Wawonii, Kulawi
23
Sulawesi Tenggara
Mapute, Mekongga, Landawe, Tolaiwiw, Tolaki, Kabaina, Butung, Muna, Bungku, Buton, Muna, Wolio
24
Sulawesi Selatan
Mandar, Bugis, Toraja, Sa’dan, Makassar
25
Sulawesi Barat
Mandar, Mamuju, Bugis, Mamasa
26
Gorontalo
Gorontalo
27
Bali
Bali, Bali Aga
28
NTB (Nusa Tenggara Barat)
Sasak, Samawa, Mata, Dongo, Kore, Mbojo, Dompu, Tarlawi, dan Sumbawa
29
NTT (Nusa Tenggara Timur)
Sabu, Sumba, Rote, Kedang, Helong, Dawan, Tatum, Melus, Bima, Alor, Lie, Kemak, Lamaholot, Sikka, Manggarai, Krowe, Ende, Bajawa, Nage, Riung, Flores
30
Maluku
Ambon, Tobelo, Buru, Banda, Seram, Kei
31
Maluku Utara
Halmahera, Obi, Morotai, Ternate, Bacan, Tidore
32
Papua Barat
Mey Brat, Arfak, Asmat, Dani, Sentani, Biak, fak-Fak
33
papua
Sentani, Dani, Amungme, Nimboran, Jagai, Asmat, dan Tobati

Sumber : http://jamarisonline.blogspot.com, http://id.wikipedia.org/